Minggu, 05 Januari 2014

Ternyata diet bikin kulit kering dan keriput

Ternyata Diet Bikin Kulit Kering dan Keriput

Ternyata Diet Bikin Kulit Kering dan Keriput
Tahukah Anda, Ladies, bahwa diet ternyata berpengaruh pada kulit Anda? Hal tersebut karena dengan melakukan diet, otomatis asupan nutrisi yang juga dibutuhkan oleh kulit Anda menjadi berkurang. Daripada melakukan diet, ada baiknya jika Anda mengatur asupan makanan Anda agar lebih sehat sehingga kulit tetap kencang dan membuat Anda awet muda.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membuat kulit Anda tidak sehat jika melakukan diet.
Kekurangan kolagen
Sebagian besar program diet membuat Anda kekurangan protein yang justru membuat kerutan di kulit Anda. Sebagian besar wanita takut mengonsumsi protein karena bisa membuat gemuk, padahal hal tersebut kurang tepat, Ladies.
Selain itu, kelebihan protein juga tidak baik karena membuat kulit mengalami penuaan, sebaiknya Anda mengonsumsi protein secukupnya sekitar 20-30 gram.
Rendah lemak
Lemak adalah hal yang juga akan Anda hindari saat diet. Hal ini juga akan mempercepat penuaan pada kulit karena dapat mengurangi kelembutannya. Kolagen adalah zat yang terdiri atas lemak dan kulit Anda membutuhkan lemak tersebut untuk tetap tampak muda.
Kekurangan Vitamin A
Kulit membutuhkan beta karoten untuk tetap sehat dan beta karoten sendiri adalah vitamin A yang banyak terkandung di dalam kentang, wortel dan labu. Sedangkan saat diet, Anda akan cenderung menghindari makanan tersebut karena mengandung karbohidrat.
Kekurangan Vitamin E
Vitamin E adalah salah satu nutrisi utama yang dibutuhkan oleh kulit untuk menghindari penuaan dan keriput. Vitamin E ini sendiri bayak terdapat dalam telur, almond dan alpukat. Dan sayangnya, wanita yang melakukan diet akan menghindari makanan tersebut karena mengandung lemak.
Rendah zat besi
Diet biasanya akan membuat asupan zat besi Anda berkurang, hal tersebut akan mengakibatkan badan lemah dan dan juga penuaan pada kulit. Makanan yang mengandung zat besi seperti telur, yogurt dan cokelat akan dihindari saat diet.
Nah, Ladies, mana yang lebih berat pada pilihan Anda, tubuh yang kurus atau kulit yang sehat?

Sumber: http://m.vemale.com/kesehatan/46075-ternyata-diet-bikin-kulit-kering-dan-keriput.html

Dengarkan bisikanku...

Dengarkan Bisikanku
Terkadang aku berharap dapat kah kita mengayuh bahtera ini hingga ke sebuah pelabuhan cinta kita
Jujur hatiku yakin untuk mencintaimu dengan tulus
Tetapi terkadang seorang lain membisik ku,bagaikan ombak yang menghantam
Kumohon jangan lepaskan gandengan kita,pegang erat tanganku
Kita kan selalu bersama….
Karna aku berkorban walau sakit
Hentikan dayung ini untuk sebentar,,,,
Karena hati gelisah
Beribu kata menyakinkan dirimu kasih
Hilaf kecil ini mengusik
Dan mulai dirimu melangkahkan langkah kecil
Dengarkan bisikku sayang
Jangan bimbang dengan ini,Kumohon kesalahan ini jadikan pelajaran untuk hubungan kita
Terimalah sayang aku apa adanya
Walaupun hilaf selalu mengusik
Tapi hati ini selalu untukmu
Karya: Septi Kuntarsih

Sebut saja ia, Senja...

Singkat..
Kehadiranmu hanya berlangsung sekejap dalam anganku..
Di sini aku menantimu,..Senja
Berharap kau menemaniku hingga nanti..

Bercengkrama bersamamu menikmati rindu…. cukup indah
Rindu yang tak lama akan sirna kau bawa pergi..
Mungkin kau lupa, pernah bercerita kepadaku
“Aku membawa rindumu untuk kusimpan dalam malam”
Kau menyimpan ribuan rinduku dalam sunyi..
Aku harus menanti sekian lama untuk melihatmu kembali..
Walau hanya satu kali rotasi bumi,
Aku tak cukup kuasa menahannya..
Bagai satu abad perasaan ini terpenjara..

Kau tak pernah mengerti, atau aku yang tak mau mengerti tentangmu..
Aku tak mampu menafsirkan mengapa dan bagaimana caramu meninggalkanku..
Kau hanya meninggalkan bulan untukku..
Sebagai pengganti dirimu selama aku terisak dalam sendu

Senja…..
Kau datang dengan indah, mempesonakan jiwaku atas parasmu
Lalu, matahari seraya menggandengmu pergi,
Membuatmu hilang perlahan membawa rindu,
Kini, bulan yang berganti menemaniku..
Usailah, rinduku lenyap kau bawa pergi..

Puisi Karya : Alifa Silfi Mufidah

Sabtu, 04 Januari 2014

Kenapa Cewek Suka Belanja?

gila-shopping
Kalau ke mal perhatiin deh, pasti di dalam toko itu kebanyakan cewek dan cowok-cowok nunggu di luar atau duduk manis sambil main hengpon nungguin. Ok di beberapa toko kayak misalnya toko komputer atau game bajakan sih emang pemandangan yang terlihat adalah sebaliknya. Tapi di toko baju dan sepatu? Kenapa sih kenapa cewek doyan banget belanja? Kok cepet banget beli baju lagi, sepatu lagi, tas lagi, emang yang kemarin-kemarin dikemanain? Dimakan apa gimana? Jadi yah:

Secara Evolusi Memang Demikian

Coba peratiin deh, cewek kalau lagi mau beli sepatu dari ujung ke ujung semua dicobain, ampe lebih dari tiga mall juga dijabanin sampai dapat sepatu yang sesuai. Sementara cowok, begitu dapat barang yang diperlukan, langsung pengen caw dari mall. Ada penelitian yang bilang kalau kondisi demikian terjadi karena sejarah evolusi umat manusia. Azek. Dimasa lalu, cowok bertugas untuk berburu (hunters) sementara cewek pengumpul (gathers). Jadi di masa itu, ketika cowok menemukan sesuatu yang menarik saat berburu mereka akan langsung menembaknya sebelum sesuatu itu berlalu. Nah sementara cewek, mereka kan tugasnya mengumpulkan, pada masa itu misalnya buah-buahan, jadi mereka harus memastikan bahwa mereka mendapatkan buah-buahan yang terbaik, jadi gak asal ambil gitu. Perilaku inilah yang kemudian secara evolusi terbawa ke masa sekarang. Gitu.

Karena Cewek Keperluannya Banyak

Gini, keperluan primer cewek itu lebih beragam daripada cowok. Sesimple kebutuhan sandang, cowok cuma perlu kolor doang. Sementara cewek perlu bra dan celdam dalam berbagai bentuk sesuai dengan pakaian yang mau dia gunakan. Belum lagi sepatunya, tas-nya, aksesorisnya yang harus disesuaikan dengan kondisi dia mau kemana. Cowok kadang-kadang kaos main sama kaos tidur sama aja. Ok ini emang bentukan sosial dan budaya sih. Tapi memang gak bisa dihindari perangkat sehari-hari cewek, emang lebih rumpi daripada cowok. Karena itu mereka butuh untuk terus-terusan memperbaharui keperluan mereka.

Karena Cewek Lebih Suka Barang Daripada Duit

Cowok mungkin tahan ya nyimpen duit sampe segunung, tapi buat cewek, duit segunung itu buat apaan kalo gak bisa dijadiin barang. Mereka sangat jago nih mengalokasikan dan mendistribusikan uang ke hal-hal yang tepat. Sementara cowok lebih jago nyimpennya aja


Sumber: http://malesbanget.com/2012/12/kenapa-cewek-suka-belanja/#ixzz2pUHByOp0
Copyright Malesbanget.com 2011
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives 

5 Momen Dimana Libur Itu Gak Enak

5-Momen-Dimana-libur-Itu-Gak-Enak
Libur seharusnya adalah momen yang paling ditunggu dalam hidup kamu baik yang masih sekolah, kuliah maupun yang udah kerja. Tapi sayangnya gak semua liburan bisa dinikmati sebagaimana mestinya. Contohnya:

1. Libur tapi banyak kerjaan

Yang namanya libur kenapa enak ya karena mestinya kamu bisa gak ngelakuin apa-apa. Tapi nasib paling sial justru kalau waktu libur malah dibebankan untuk melakukan suatu pekerjaan. Misalnya kayak ada tugas sekolah yang mesti dikerjakan selama liburan dan dikumpulkan setelah libur selesai. Duh!

2. Libur tapi kirain gak libur

Pada suatu hari seorang pemuda gak tau kalo hari itu kuliahnya libur dan udah jauh-jauh dateng dari rumah tapi menemukan kelasnya sepi tanpa penghuni, sementara temen-temennya yang lain masih ngulet di atas tempat tidur. Ngenes banget ya!

3. Libur tapi gak punya temen liburan bareng

Apalah artinya libur tanpa temen yang bisa diajak hepi-hepi bareng. Ini bisa terjadi saat temen kamu gak ada yang lagi libur atau udah libur bareng bersama keluarga mereka masing-masing. Tinggallah kamu yang gak tau mau ngapain dan cuma bisa merenungi kehidupan di dalam kamar.

4. Libur tapi gak punya duit

Banyak hal yang bisa dikerjakan saat liburan. Tapi sayangnya, kebanyakan hal-hal tersebut biasanya butuh biaya. Kalau kamu gak punya duit akhirnya kamu cuma bisa nonton DVD di rumah yang sebenernya udah kamu tonton berkali-kali. Sementara semua temen-temen kamu share foto jalan-jalan mereka ke Eropa dan foto-foto di depan Istana Buckingham. Kamu pun hanya bisa ngeliatin fotonya sambil menitikkan air mata. Ya gitu deh bro kalo miskin.

5. Libur tapi mesti bangun pagi

Apalah artinya liburan tanpa bangun siang. Kalau nyokap kamu masih nyuruh kamu bangun pagi-pagi setiap hari selama libur, ya berarti nasib kamu gak sebaik orang-orang lainnya. Kasian…


Sumber: http://malesbanget.com/2013/12/5-momen-dimana-libur-itu-gak-enak/#ixzz2pU9Ar45B
Copyright Malesbanget.com 2011
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives 

Minggu, 17 November 2013

TUGAS 13. Pengaruh Situasi

JENIS-JENS SITUASI KONSUMEN
Suatu jenis situasi konsumen yang sangat penting yaitu situasi konsumen pemakaian. Situasi sebenarnya dapat dipisahkan ke dalam tiga jenis utama : situasi komunikasi, situasi pembelian dan situasi pemakaian

SITUASI KOMUNIKASI
Situasi komunikasi dapat didefinisikan sebagai latar di mana konsumen dihadapkan kepada komunikasi pribadi atau  nonpribadi. Komunikasi pribadi akan mencakupi percakapan yang mungkin diadakan oleh konsumen dengan orang lain, seperti wiraniaga atau sesame konsumen. Komunikasi nonpribadi akan melibatkan spektrum luas stimulus, seperti iklan dan program serta publikasi yang berorientasi konsumen (misalnya, Laporan Keuangan). 
Pengaruh situasi mungkin pula timbul dari program tertentu di masa suatu iklan muncul. Sesungguhnya, beberapa studi telah melaporkan efek seperti ini. Di dalam satu penelitian, keadaan suasana hati penonton sementara menyaksikan iklan di pengaruhi oleh acara di sekelilingnya. Acara yang menyenangkan menyebabkan suasana hati yang lebih menyenangkan selama pemaparan iklan dibandingkan dengan acara yang menimbulkan rasa sedih., keadaan suasana hati yang lebih menguntungkan ini menyebabkan subyek mempunyai pikiran yang lebih positif sementara mengolah iklan, dan juga ingatan yang lebih baik akan informasi dalam iklan bersangkutan. Namun, dampak acara TV mungkin bergantung kepada jenis iklannya. Studi terbatu melaporkan bahwa acara yang menyenangkan menghasilkan ingatan yang lebih besar daripada acara yang membuat sedih untuk iklan yang menyenangkan, sementara acara tersebut tidak mempunyai efek yang berarti pada ingatan untuk iklan yang menyedihkan. 
Begitu pula, minat atau keterlibatan konsumen dengan suatu acara mungkin menentukan sebagian keefektifitan iklan. Ingatan akan merek yang diiklankan dan teks iklan lebih rendah untuk iklan yang diperhatikan selama suatu acara yang lebih melibatkan dibandingkan acara yang kurang melibatkan penonton. Selain itu, sikap terhadap iklan kerap lebih menguntungkan bila pemaparan iklan terjadi selama acara yang kurang melibatkan penonton. 
Para pelaksana sangat sadar akan pengaruh potensial yang mungkin ditimbulkan oleh suatu program keefektifan iklan mereka. Cola-cola, musalnya menghindari dari pemutaran iklan selama cara berita TV kerena akan ada beberapa berita untuk buruk di dalamnya dan Coke adalah produk yang menyenangkan dan ringan. Perhatian serupa menyebabkan Chrysler menarik iklannya dari mini seri ABC “Amerika” yang merupakan topik dari konsumen dalam fokus.


SITUASI PEMBELIAN
Situasi pembelian mengacu pada latar di mana konsumen memperoleh produk dan jasa. Pengaruh situasi sangat lazim selama pembelian. Sebagai contoh yang sederhana, pertimbangan perubahan hebat dalam kepekaan konsumen akan harga di dalam situasi pembelian. Penjualan makanan akan merasa sangat sulit untuk membebankan harga yang harus dibayar konsumen untuk soda  dan jajanan di bioskop atau stadion baseball/stadion bola.
Pengaruh situasi dapat mewujudkan diri dalam bermacam cara selama pembelian, beberapa bentuk utama dideskripsikan berikut ini :

Lingkungan Informasi
Lingkungan Informasi mengacu pada keseluruhan jajaran data yang berkaitan dengan produk yang tersedia bagi konsumen. Sifat Lingkungan Informasi akan menjadi determinan penting dari perilaku pasar kerika konsumen terlibat di dalam semacam bentuk pengambilan keputusan nonkebiasaan. Sebagian dari karakteristik lingkungan yang utama mencakupi :
1.      Ketersediaan Informasi 
2.      Beban Informasi 
3.      Format Informasi
4.      Bentuk Informasi

Lingkungan Eceran
Sifat fisik dari lingkungan eceran, kerap diacu sebagai store atmospheries, sangat menarik bagi para pemasar karena dua alasan mendasar. Pertama, berbeda dengan banyak pengaruh situasi yang berada di luar kendali pemasar, mereka mempunyai kemampuan untuk menciptakan lingkungan eceran. Kedua, pengaruh ini dibidikkan kepada konsumen dapat di tempat yang benar di dalam toko.
Dari prespektif pemasar, atmospherics suatu toko dapat mempunyai sejumlah efek yang diharapkan pada konsumen. Pertama, atmospherics dapat membantu membentuk arah maupun dari durasi perhatian konsumen, sehingga meningkatkan kemungkinan pembelian untuk produk yang mungkin saja terabaikan. Kedua, lingkungan eceran dapat mengekspresikan berbagai aspek mengenai toko kepada konsumen, seperti khalayak yang dimaksudkan dan penempatan (misalnya, toko busana berharap untuk menarik pelanggan skala atas dengan citra mode). Akhirnya, latar toko dapat pula mendatangkan reaksi emosi tertentu dari konsumen (misalnya, kesenangan dan kegairahan). Penelitian mengemukakan bahwa perasaan ini dapat mempengaruhi jumlah waktu dan uang yang dihabiskan sewaktu berbelanja.

Lingkungan eceran terdiri dari beberapa macam elemen diantaranya :
1.      Musik 
2.      Tata Ruang dan Lokasi di Dalam Toko 
3.      Warna 
4.      Bahan POP (Point-Of-Purchase) 
5.      Wiraniaga 
6.      Kesesakan 
7.      Pengaruh Waktu

SITUASI PEMAKAIAN
Situasi pemakai (Usage Situaition), yang mengacu pada latar di mana konsumsi terjadi. Dalam banyak kejadian, situasi pembelian dan pemakaian sebenarnya sama (misalnya, konsumen yang memakan hidangan mereka di restoran fast-food). Tetapi, konsumen produk kerap di dalam latar yang sangat jauh, baik secara fisik maupun temporal, dari latar di mana produk diperoleh.
Lingkungan sosial yang mencirikan situasi pemakaian dapat mempunyai pengaruh penting pada perilaku konsumen. Di dalam lingkungan dewasa ini yang semakin antirokok, kehadiran orang yang bukan perokok kerap akan berfungsi sebagai rintangan bagi perokok yang ingin menyalakan rokoknya. Penjualan bir khususnya peka terhadap apakah konsumsi terjadi di dalam latar umum versus pribadi. Antara 80 dan 90 persen penjualan bir impor adalah “di dalam gedung” (misalnya, di dalam bar dan restoran) di mana orang lain dapat melihat jenis biar yang diminum. Sebagai kontras, 70 persen dari penjualan merek domestik dihasilkan oleh konsumsi di dalam rumah.
Waktu dimana pemakaian terjadi mungkin pula mempengaruhi perilaku konsumen. Sebagai contoh, konsumsi makanan sangat bergantung pada waktu dalam satu hari. Kita jarang memakan spageti untuk sarapan atau serealia untuk makan malam. Sebagai contoh memperlihatkan preferensi mahasiswa atau masyarakat intuk berbagai buah bergantung pada waktu dalam satu hari dan konteks di mana konsumsi terjadi. Contoh : buah pesik adalah buah yang paling disukai untuk sarapan atau jajanan pada siang hari, tetapi digantikan dengan arbie untuk pencuci mulut pada waktu makan malam.

INTERAKSI ORANG-SITUASI
Sacara implisit mengasumsikan bahwa semua konsumen berespons dengan cara yang sama terhadap situasi tertentu. Namun, kenyataannya tidak harus demikian. Walaupun sebagaian konsumen mungkin sangat dipengaruhi oleh variasi situasi, yang lain mungkin sering terbukti agar tidak peka.
            Ide bahwa konsumen tidak homogeny dalam respons mereka trehadap faktor situasi memiliki implikasi penting untuk pemangsaan pasar. Karena kosumen yang berbeda mungkin mencari manfaat produk yang berbeda, yang dapat berubah melintasi situasi pemakaian yang berbeda, diskon berargumen bahwa pemasar mungkin kerap perlu menggunakan pemangsaan orang-situasi. Ini adalah manfaat yang seharusnya disampaikan oleh produk dalam membujuk pangsa pasar orang-situasi yang spesifik. Selain itu, beberapa pangsa orang-situasi mencari manfaat yang unik (misalnya, lation musim dingin dengan wangi-wangian untuk pemain ski wanita). Pabrik suntan yang tertarik untuk menargetkan wanita dewasa berkulit hitam yang menggunakan produk tersebut sewaktu bermain ski, misalnya, harus menyertakan bahan yang akan memberikan perlindungan khusus sinar matahari dan cuaca, formula antibeku, dan wangi-wangian parfum musim dingin yang menarik bagi wanita.
  
PENGARUH SITUASI TIDAK TERDUGA
Pemasar kadang bertanya kepada konsumen target mengenai maksud pembelian mereka untuk ,meramalkan permintaan produk pada masa dating. Walaupun maksud pembelian dapat, dalam kondisi yang tepat, besifat prediktif mengenai perilaku masa datang, satu ancaman besar terhadap daya prediktif mereka adalah gangguan yang disebabkan oleh pengaruh situasi yang tak terduga. Sebagai contoh, seorang konsumen mungkin sepenuhnya mengantisipasikan pembelian merek kripik kentang tertentu selama kunjungan yang berikutnya ke toko makanan. Namun, maksud pembelian ini mungkin tidak terpenuhi bila produk tersebut habis atau bila ada ada merek lain dengan kualitas sama dijual di sana. Sebaliknya, seorang konsumen mungkin tidak berminat untuk membeli suatu produk sewaktu disurvai pada waktu tertentu. Namun, pembelian berikutnya mungkin terjadi karena semacam kejadian yang tidak diantisipasikan (misalnya, orang yang bukan peminum kopi membeli kopi untuk orangtuanya yang suka minum kopi).
Dari prespektif pemasaran, pokok penting di sini secara sederhana adalah bahwa orang harus mengenali potensi pengaruh situasi yang tak terduga dapat merusak keakuratan ramalan yang didasarkan pada maksud pembelian. Walaupun lerap diharapkan bahwa efek seperti ini akan cenderung diseimbangkan (yaitu, jumlah pelanggan yang hilang karena pengaruh situasi yang tak terduga akan diimbangi oleh jumlah yang didapat karena alasan yang sama), kenyataannya mungkin tidak demikian.      





Sumber :
 James F. Engel, Roger D. Blackwell, Paul W. Miniard. (1994). Perilaku Konsumen Jilid 1. Jakarta : Penerbit Binarupa Aksara.
Gambar : google.co.id/ https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi


TUGAS 12. Pengaruh Keluarga dan Rumah Tangga terhadap Pembelian dan Konsumsi

Keluarga adalah kelompok sosial terkecil yang terdiri dari kepala keluarga serta anggota keluarga yang memiliki hubungan darah atau pertalian. Sedangkan Rumah Tangga mempunyai artian yang berbeda. rumah tangga adalah semua orang, baik yang berkerabat maupun yang tidak, yang menempati satu unit perumahan. Ada dua alasan mengapa keluarga dan rumah tangga mempunyai pengaruh yang cukup besar. Banyak produk yang dibeli oleh konsumen ganda yang bertindak sebagai unit keluarga.
Rumah adalah contoh produk yang dibeli oleh kedua pasangan, barangkali dengan melibatkan anak, kakek-nenek, atau anggota lain dari keluarga besar. Mobil biasanya dibeli oleh keluarga, dengan kedua pasangan dan kerap anak remaja mereka terlibat dalam pelbagai tahap keputusan. Bentuk favorit dari kegiatan waktu senggang bagi banyak keluarga adalah berkunjung ke pusat perbelanjaan setempat. Kunjungan tersebut kerap melibatkan banyak anggota keluarga yang membeli pelbagai barang rumah tangga, busana, dan barangkali bahan makanan. Perjalanan tersebut mungkin pula melibatkan semua anggota dalam memutuskan di restoran fast-food mana untuk membelanjakan pendapatan keluarga yang dapat digunakan.
Bahkan ketika pembelian dibuat oleh individu, keputusan pembelian individu bersangkutan mungkin sangat dipengaruhi oleh anggota lain dalam keluarganya.
Anak-anak mungkin membeli pakaian yang dibiayai dan disetujui oleh orang tua. Pengaruh seorang remaja mungkin pula besar sekali pada pembelian pakaian orangtua. Pasangan hidup dan saudara kandung bersaing satu sama lain dalam keputusan tentang bagaimana pendapatan keluarga akan dialoksikan untuk keinginan individual mereka. Orang yang bertanggung jawab untuk pembelian dan persiapan makanan keluarga mungkin bertindak sebagai individu di pasar swalayan, tetapi dipengaruhi oleh preferensi dan kekuasaan anggota lain dalam keluarga. Konsumen tersebut mungkin menyukai makanan dan kegiatan waktu senggang yang sama, dan mengemudikan merek mobil yang sama dengan anggota yang lain dalam keluarga. Pengaruh keluarga dalam keputusan konsumen benar-benar meresap.

VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PEMBELIAN KELUARGA/RT
Keluarga memiliki pendapatan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah tangga karena jumlah yang lebih banyak dari individu yang bekerja di dalam keluarga. Untuk keluarga maupun rumah tangga, keempat variabel struktural yang paling memberi dampak pada keputusan pembelian dan yang demikian paling menarik bagi pemasar adalah usia kepala rumah tangga atau keluarga, status perkawinan, kehadiran anak, dan ststus pekerjaan.
Keluarga adalah sama dengan perusahaan; keluarga adalah organisasi yang terbentuk untuk mencapai fungsi tertentu yanmg lebih efektif dibandingkan individu yang hidup sendiri. Fungsi yang paling jelas bahwa dua oramg dapat mencapai lebih baik daripada satu orang adalah mempunyai anak. Walaupun analisis konsumen mungkin tidak mempunyai opini mengenai apakah keluarga harus mempunyai anak atau tidak. Konsekuensi ekonomi dengan hadirnya anak menciptakan struktur permintaan akan pakaian, makanan, perabot, rumah, perawatan kesehatan, pendidikan dan produk lain. Anak di dalam keluarga dapat menyebabkan menurunnya permintaan akan produk lain, seperti perjalanan, restoran, pakaian orang dewasa, dan banyak barang yang bebas pilih.
Ada beberapa variabel struktural yang mempengaruhi pembelian rumah tangga atau keluarga yaitu :
·                 Usia Kepala Rumah Tangga atau Keluarga
·                 Status Perkawinan
·                 Kehadiran Anak
·                 Status Pekerjaan

Keputusan konsumsi keluarga melibatkan setidaknya lima peranan yang dapat didefinisikan. Peranan-peranan ini mungkin dipegang oleh suami, istri, anak, atau anggota lain dalam rumah tangga. Peranan ganda atau aktor ganda adalah normal.
Penjaga pintu (gatekeeper). Inisiator pemikiran keluarga mengenai pembelian produk dan pengumpulan informasi untuk membantu pengambilan keputusan.
Pemberi pengaruh (influencer). Individu yang opininya dicari sehubungan dengan kriteria yang harus digunakan oleh keluarga dalam pembelian dan produk atau merek mana yang paling mungkin cocok dengan kriteria evaluasi itu.
Pengambil keputusan (decider). Orang dengan wewenang atau kekuasaan keuangan untuk memilih bagaimana uang keluarga akan dibelanjakan dan produk atau merek apa yang yang akan dipilih.
Pembeli (buyer). Orang yang bertindak sebagai agen pembelian yang mengunjungi toko, menghubungi penyuplai, menulis cek, membawa produk kerumah, dan seterusnya.
Pemakai (user). Orang yang menggunakan produk




Sumber: